Main Article Content

Abstract

Child street food has become part of everyday children, especially elementary school. Snack food purchased in a less assured of cleanliness can lead to diseases of the gastrointestinal tract due to bacterial contamination . One of the bacteria that contaminate food are Salmonella. According to ISO 2011, the maximum contaminant limit of Salmonella in foods is negatip/25g. This study aimed to identify the presence of Salmonella contamination on foods sold in the elementary school at Pondok Gede. This research is descriptive . Samples of food and drinks sold in elementary school of Pondok Gede . The study was conducted at the Laboratory of Bacteriology of Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Jakarta III in October-November 2013. The method use in this research was culture . The study of 28 samples of food found 10 samples ( 35.7 % ) contaminated with salmonella. A total of 4 samples ( 26.7 % ) came from the canteen and 6 samples ( 46 % ) from outside the canteen. The results indicate identification of 4 samples (40 %) contaminated with Salmonella typhi and 6 samples ( 60 % ) contaminated with Salmonella paratyphi A. Presence of Salmonella can be caused due to the influence of raw materials , water , presentation , container and environmental
hygiene.Conclusion that street food is found contaminated with Salmonella typhi and Salmonella paratyphi A.

Keywords

Street food, Elementary School, Salmonella typhi, Salmonella paratyphi

Article Details

How to Cite
Mirawati, M., Lestari, E., & Djajaningrat, H. (2014). IDENTIFIKASI SALMONELLA PADA JAJANAN YANG DIJUAL DI KANTIN DAN LUAR KANTIN SEKOLAH DASAR. Jitek, 1(2), 141-147. Retrieved from http://www.ejurnal.poltekkesjakarta3.ac.id/index.php/jitek/article/view/150

References

    Adam M, dan Montarjemi,Y. 2004. Dasardasar Keamanan Makanan untuk Petugas Kesehatan, EGC, Jakarta,

    Badan Litbangkes Depkes RI. 2008. Laporan Riset Kesehatan Dasar Nasional. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, (http://www.k4health.org) diakses tanggal 27 Maret 2013.

    Badan Standar Nasional.2011. Batas Maksimum Cemaran Mikroba dalam Pangan, BSN.

    Bulan,A.F dan Marendra,Z. 2010. Smart parent : Pandai mengatur menu dan Tanggap Saat Anak Sakit, Gagas Media, Jakarta.

    Chandra, B.2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan, Widyastuti, P (Ed), EGC, Jakarta.

    Dollman, Soeharyo.1994. Pemeriksaan Salmonella sp pada Jajanan Es yang Dijual Oleh Pedagang Es Keliling di Daerah Kodya Semarang. Laporan penelitian, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.

    Gibson,JM. 1996.Mikrobiologi dan Patologi Modern untuk Perawat, Asih.Y (ed) EGC, Jakarta.

    Jawetz, Melnick and adelberg's.2005. Medical Microbiology, 23 (ed), McGraw Hill Companies, United States.

    Karsinah, Mardiastuti, Moehario, L.H.2010. Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran, Bina Rupa Aksara Jakarta, .

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.2011. Profil Kesehatan Indonesia 2010, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta (http://www.depkes.go.id) diakses 27 Maret 2013.

    Murdiati.A dan Amaliah.2013. Panduan Penyiapan Pangan Sehat Untuk Semua, Kencana Prenadamedia Group,Jakarta.

    Pelczar,MJ., Chan,E.C.2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi, UI- Press, Jakarta.

    Pracoyo, N.E, Wati, M, Sugiarningsih, S, Triyani, Syamsidar, Rochayani, S.2006. Hiegiene Makanan Siap saji pada Beberapa Tempat Pengolahan Makanan di DKI Jakarta, majalah Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health), No. 72, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.

    Ratih Dewanti dan Haryadi., Mencegah keracunan Makanan siap Saji, Jurusan Teknologi Pangan dan Industri, Fakultas Teknologi Pertanian dan Gizi, Institut Pertanian Bogor (www.kompas.com), diakses 05 Desember 2013

    Sihadi.2004. Makanan Jajanan Bagi Anak Sekolah. Jurnal Kedokteran YARSI.

    Supardi,I dan Sukamto.2005. Mikrobiologi Dalam Pengolahan dan Keamanan Pangan, Edisi Pertama, Alumni, Bandung.

    Syahrurachman, A.,dkk.2010. Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran, Bina Rupa Aksara Jakarta.

    Hukum-Kesehatan.web.id. Aspek Hukum Bahan Tambahan Pada Jajanan Anak, diakses 03 Maret 2013. http://id.shvoong.com/medicine-andhealth/epidemiology-public-health, Awas Jajanan Anak SD Terkontaminasi Bakteri, diakses 03 Maret 2013

    Sumarmi S.2005. Abstrak :Keamanan Makanan Jajanan di Sekolah Dasar di Kota Surabaya, Departemen Gizi Universitas Erlangga.

    Susana D, Magdalena Y, Eryando T dan Adi HK.2008. Abstrak: Kontaminasi bakteri pada makanan dan minuman yang dijajakan di kantin Universitas Indonesia.

    Tambayong, J.1999. Mikrobiologi Untuk Keperawatan, Widya Medika, Jakarta.

    Volk dan Wheeler. 1993. Mikrobiologi Dasar, Erlangga, Jakarta.

    World Health Organization.2003. Background document : The Diagnosis, Treatment and Prevention of Typhoid Fever, WHO/V7B/03.07.Geneva : World Health Organization. World Health Organization.2005. Penyakit Bawaan Makanan Fokus Pendidikan Kesehatan, EGC, Jakarta.

    www.digilib.its.ac.id. Salmonella. diakses 03 Maret 2013